Pembelajaran Kolaboratif Lintas Minat, SMAN 1 Sentolo Ajak Peserta Didik Kunjungi Museum Gumuk Pasir

Sejumlah 169 peserta didik dari SMAN 1 Sentolo mengunjungi Museum Gumuk Pasir pada Selasa, 3 November 2026. Kunjungan tersebut merupakan kegiatan rutin tahun untuk melaksanakan pembelajaran luar kelas. Kunjungan ini menjadi kali kedua setelah tahun sebelumnya juga dilaksanakan outing class di Museum Gumuk Pasir.

Pemilihan Museum Gumuk Pasir menjadi destinasi dikarenakan kesesuaian dengan mata pelajaran di sekolah. Selain itu, fenomena gumuk pasir juga dianggap menjadi salah satu representasi Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Nah, terus karena ini kan pembelajaran kolaboratif lintas minat, salah satunya IPS itu termasuk Geografi, jadi salah satu destinasi wisata yang menurut saya cukup berkesan memorable, terus ilmunya itu masuk dan salah satu fenomena langka juga kan gumuk pasir barchan, nah itu makanya bawa ke sinilah gitu”, ujar Ririn Putri Aurita selaku pendamping guru Geografi di SMAN 1 Sentolo.

Kegiatan pembelajaran luar kelas memungkinkan peserta didik belajar dan melihat secara langsung, sehingga dapat tercipta pembelajaran dua arah. Dalam outing class kali ini, peserta didik diajak untuk menonton video edukasi sebelum akhirnya diajak untuk berkeliling mengitari koleksi Museum Gumuk Pasir. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang disorot dan diapresiasi oleh pihak sekolah.

Pemaparan Materi di Auditorium Museum Gumuk Pasir

“Kalau kesannya itu tadi karena ruangannya nyaman, ber-AC, kemudian juga tempat duduknya itu enak untuk tempat duduknya kayak berterasering gitu, jadi juga enak untuk nonton filmnya, banyak anak-anak yang fokus. Selain itu, juga tadi kami terkesan dengan ternyata sekarang sudah ada jingle-nya, ya. Kayaknya tahun kemarin belum ada, nggih? Itu hal baru bagi kami”, ungkap Ririn. 

Ririn Putri juga menyoroti materi oleh narasumber dari Museum Gumuk Pasir yang dianggap mudah dipahami, sehingga peserta didik dapat secara langsung menangkap materi yang disampaikan.

“Terus tadi penjelasannya, baik penjelasan dalam bentuk video maupun dalam bentuk PowerPoint yang disampaikan oleh bapak narasumber tadi itu mudah dipahami dari segi bahasanya, sehingga anak-anak juga langsung mudeng maksudnya” ujarnya.

Penayangan dan pemberian materi edukasi merupakan salah satu layanan literasi Museum Gumuk Pasir. Hal ini ditujukan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai hal mengenai geomaritime dan kepesisiran. Oleh karenanya, setiap tahun pelajar tingkat dasar hingga pendidikan tinggi menjadi Museum Gumuk Pasir sebagai tempat belajar.

Tito Yoga P
Maganghub Kementrian Ketenagakerjaan
Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir

Posting Terkait :