Forum Discover ATOM 2026, Moskow

Museum Gumuk Pasir BIG Diperkenalkan sebagai Sarana Edukasi Sains di Forum Discover ATOM 2026, Moskow

Moskow, 14 Oktober 2026 – Museum Gumuk Pasir yang dikelola Badan Informasi Geospasial (BIG) melalui Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir (BGPGP) diperkenalkan dalam International Science and Tourism Forum “Discover ATOM 2026”. Forum ini berlangsung di ATOM Museum, kawasan VDNKh, Moskow, Federasi Rusia, pada 15–17 Oktober 2026. Kepala BGPGP, Seto Baruno, hadir sebagai perwakilan Indonesia dan menjadi salah satu narasumber dalam konferensi pers pembukaan forum pada Rabu (14/10).

Forum yang diselenggarakan oleh ATOM Foundation ini mengusung tema “Science as the Language of Homo Futurum” (Sains sebagai Bahasa Manusia Masa Depan). Forum diikuti lebih dari 1.500 peserta, termasuk delegasi dari 10 negara anggota BRICS, dari kalangan museum, instansi pemerintah, pakar sains, dan pelaku pariwisata. Pembahasannya meliputi pengembangan wisata sains serta peran museum sains dan situs warisan dalam pertukaran budaya dan diplomasi publik.

Konferensi pers turut menghadirkan Wakil Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia Olga Petrova, Wakil Direktur Jenderal Rosatom Tatyana Terentyeva, Direktur Jenderal ATOM Museum Elena Mironenko, Kurator Ilmiah ATOM Museum Alexey Semikhatov, serta perwakilan Iziko Museums of South Africa. Mengawali konferensi pers, Olga Petrova, Elena Mironenko dan Alexey Semikhatov secara umum menyampaikan bahwa forum ini penting untuk memperkuat peran museum sains dalam mengenalkan sains kepada masyarakat luas secara menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami.

Kepala BGPGP, Seto Baruno, Wakili Indonesia di Forum

Dalam paparannya, Seto Baruno menyampaikan peran Museum Gumuk Pasir sebagai pilar edukasi. “Melalui museum, kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat untuk menjaga kelestarian gumuk pasir,” ujar Seto. Edukasi ini menjadi bagian dari restorasi Gumuk Pasir Parangtritis, sekaligus mendukung upaya Geopark Jogja menuju pengakuan UNESCO Global Geopark. Di Museum Gumuk Pasir, sains disajikan sebagai materi edukasi bagi pengunjung, mulai dari proses terbentuknya gumuk pasir dari material Gunung Merapi hingga perannya bagi masyarakat pesisir. Materi edukasi tersebut juga dikaitkan dengan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia. Ke depan, Seto berharap forum ini membuka peluang kerja sama pengembangan museum, baik antarinstitusi maupun antarnegara anggota BRICS, sejalan dengan keanggotaan penuh Indonesia di BRICS sejak Januari 2025.

Museum Gumuk Pasir dirintis sejak 2001 melalui kerja sama Bakosurtanal (kini BIG) dan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, dan kini dikelola BGPGP, unit pelaksana teknis BIG di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keikutsertaan dalam Discover ATOM 2026 menjadi wujud kontribusi BIG dalam diplomasi sains Indonesia, sekaligus membawa Museum Gumuk Pasir ke jejaring museum sains internasional.


Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir

Posting Terkait :