Siswa SMP Ali Maksum di Studio Museum Gumuk Pasir

Sehari Belajar di Museum Gumuk Pasir, Siswa Kelas VIII SMP Ali Maksum Telusuri Rahasia di Balik Gumuk Pasir

Museum Gumuk Pasir di kawasan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tujuan kegiatan outdoor kelas VII SMP Ali Maksum pada Kamis (17/9/2026). Sebanyak 64 siswa tiba di lokasi pada pukul 11.00 didampingi sejumlah guru dan disambut baik oleh pemandu museum. Para siswa terlihat antusias berfoto-foto di area gumuk pasir sebelum memulai rangkaian kunjungan. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi siswa untuk melihat dan memahami langsung proses gumuk pasir terbentuk. 

Waka Kurikulum SMP Ali Maksum menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program outdoor sekolah yang memang menyasar museum-museum disekitar Yogyakarta. Hal ini bertujuan agar pengetahuan siswa tentang museum tidak hanya terbatas pada yang berada di dalam kota. 

“Ini bagian dari kegiatan outdoor, dan salah satu sasaran kami adalah museum. Di Jogja itu kan banyak museum, salah satunya museum Geospasial ini. Biar anak-anak wawasannya tentang museum juga banyak, tidak sekadar tahu yang ada di kota saja, tapi juga yang di luar kota,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan menyimak pemaparan materi dan video edukasi mengenai proses pembentukan gumuk pasir selama kurang lebih 30 menit di ruang studio. Setelah itu, siswa diajak berkeliling museum bersama pemandu untuk mengamati berbagai koleksi, mulai dari model geologi pembentukan gumuk pasir, foto udara kawasan pesisir, hingga alat-alat geospasial yang digunakan untuk proses pemetaan. Bagi sebagian siswa, momen ini menjadi pengalaman baru, karena selama ini mereka mengira gumuk pasir hanya sekadar bukit pasir biasa tanpa mengetahui asal-usulnya. 

“Gumuk pasir itu terjadi bukan karena simsalabim, tapi ada prosesnya. Itu yang jarang diketahui orang,” ujar Waka Kurikulum SMP Ali Maksum.

Penyerahan Kenang-kenangan dari SMP Ali Maksum

Ia menambahkan, kegiatan outdoor semacam ini rutin digelar setiap tahun dengan sasaran lokasi berbeda untuk tiap jenjang kelas, dan akan terus dilanjutkan selama mendapat persetujuan yayasan.

“Insyaallah, selama outdoor kelas itu masih di-acc yayasan, kami akan ke sini lagi. Karena kita bagi menjadi beberapa, kelas VII ke sini, kelas VIII ke sini, kelas IX ke sini, dan salah satunya memang ke museum,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa belajar tidak selalu harus di dalam kelas. Lewat kunjungan semacam ini, siswa diajak untuk lebih mengenal kekayaan alam dan pengetahuan yang ada di sekitar mereka.

Suci Anis Kunaifi
Maganghub Kementrian Ketenagakerjaan
Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir

Posting Terkait :