Belajar Geospasial Lebih Dekat dengan Alam, 320 Siswa SMP Negeri 8 Yogyakarta Kunjungi Museum Gumuk Pasir
Sejumlah 320 peserta didik kelas VII SMP Negeri 8 Yogyakarta mengunjungi Museum Gumuk Pasir pada Rabu, 9 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh peserta didik untuk belajar terkait geospasial dan Gumuk Pasir Parangtritis secara langsung. Hal ini terlihat pada rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan pengamatan langsung oleh peserta didik terhadap kawasan museum yang memiliki bentang alam dan vegetasi gumuk pasir. Keberadaan gundukan pasir menjadi salah satu hal yang menarik perhatian karena dapat digunakan untuk bermain.
Pembelajaran juga didukung dengan berbagai media yang tersedia dalam museum. Salah satunya melalui tayangan video edukasi mengenai proses terbentuknya gumuk pasir. Melalui visualisasi tersebut, peserta didik diharapkan dapat mengetahui proses pembentukan gumuk pasir. Selain mendapatkan penjelasan dari edukator dan narasumber, peserta didik juga dibekali lembar kerja dari sekolah. Dengan demikian, kegiatan dapat lebih aktif diikuti peserta didik melalui proses mengamati, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas kelompok.

Kunjungan SMP Negeri 8 Yogyakarta menghasilkan pengalaman belajar baru bagi peserta didik dengan memadukan materi museum, pengamatan langsung, aktivitas kelompok, dan permainan di lingkungan gumuk pasir. Museum Gumuk Pasir menjadi ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan dengan kondisi alam yang menjadi objek pembelajarannya. Hal ini membuat pembelajaran geospasial dan gumuk pasir menjadi lebih dekat dengan kondisi nyata.
Suci Anis Kunaifi & Septia Nindita
Maganghub Kementrian Ketenagakerjaan
Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir
