Siswa SDIT Luqman Al Hakim Kenali Informasi Geospasial Melalui Kunjungan Edukatif Ke Museum Gumuk Pasir
Sebanyak 73 siswa dari SDIT Luqman Al Hakim melakukan kunjungan edukatif ke Museum Gumuk pasir pada Senin (7/9/2026). Kunjungan yang menggunakan tiga bus tersebut merupakan bagian dari program sekolah, yakni belajar di luar kelas untuk mengenalkan siswa terhadap lingkungan pesisir, informasi geospasial, dan utamanya mengenai gumuk pasir. Setibanya di Museum Gumuk Pasir pada pukul 09.30 WIB, rombongan siswa dan guru disambut oleh staf Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir (BGPGP) serta edukator museum. Kegiatan diawali dengan pemutaran film edukasi di studio interaktif. Film tersebut memberikan gambaran mengenai proses terbentuknya gumuk pasir serta kondisi kawasan pesisir Parangtritis. Setelah pemutaran film edukasi, peserta kunjungan juga dibersamai oleh narasumber dari BGPGP untuk melakukan diskusi dan tanya jawab terkait gumuk pasir dan pesisir.
Setelah menyaksikan pemutaran film, peserta kunjungan didampingi edukator menyusuri ruang pamer Museum Gumuk Pasir. Peserta dikenalkan dengan informasi geospasial, lingkungan pesisir, serta berbagai koleksi dan media interaktif yang terdapat di museum. Kemudian di lantai dua, peserta juga dapat melihat perkembangan teknologi kartografi dan berbagai peralatan yang digunakan dari masa ke masa. Selain itu juga dapat melihat hasil penginderaan jarak jauh dan berbagai informasi mengenai citra. Selain mengenal gumuk pasir dan teknologi geospasial, peserta juga mendapatkan informasi mengenai lingkungan Pantai Parangtritis, termasuk vegetasi yang terdapat di kawasan pesisir. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis pasir yang berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia yang ditampilkan di museum. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, khususnya pada saat di lantai dua.

Salah satu pendamping dari SDIT Luqman Al Hakim, ustaz Muhammad Irsyad, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya memasuki Museum Gumuk Pasir, meskipun selama ini ia sering melewati kawasan tersebut.
“Saya orang Bantul yang sering lalu-lalang di sini, tetapi kali ini baru masuk. Selama ini saya melihat gumuk pasir, tetapi setelah masuk ke museum saya baru tahu asal usul gumuk pasir itu terbentuk, karena apa, dan lain sebagainya,” ujar ustaz Muhammad Irsyad.
Menurutnya, keberadaan studio interaktif membantu memberikan gambaran mengenai proses terbentuknya gumuk pasir. Ia juga memperoleh pengetahuan baru mengenai geospasial dan berbagai koleksi yang ada di museum.
“Di sini ada studio untuk kita melihat bagaimana terbentuknya gumuk pasir. Kemudian kita keliling, banyak pengetahuan geospasial yang saya dapat. Di lantai dua juga ada alat-alat dari tahun dahulu sampai yang terbaru, sehingga kita bisa melihat perkembangannya,” tambahnya.

Kunjungan SDIT Luqman Al Hakim menjadi salah satu kegiatan edukatif yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung melalui koleksi dan media yang tersedia di Museum Gumuk Pasir. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mengenal lebih dekat gumuk pasir dan lingkungan pesisir sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan informasi geospasial.
Suci Anis Kunaifi & Septia Nindita
Maganghub Kementrian Ketenagakerjaan
Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir
