Wajib Kunjung Museum, Dinas Kebudayaan Bantul Ajak Pelajar Menelusuri Museum Gumuk Pasir
Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul kembali menyelenggarakan kegiatan Wajib Kunjung Museum (WKM) pada Rabu (21/Oktober/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Bantul.
Kegiatan WKM merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan untuk mengunjungi 17 museum yang tersebar di Kabupaten Bantul. Program WKM dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan bangsa. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah yang menghadirkan pengalaman nyata bagi pelajar untuk belajar secara langsung.
Purwanto, selaku Kepala Bidang Sejarah, Kemuseuman, Bahasa dan Sastra, Dinas Kebudayaan Bantul menjelaskan bahwa pemilihan museum didasarkan oleh kelompok atau tingkat pelajar yang ikut serta dalam kegiatan. Dalam kunjungan kali ini, terdapat pelajar dari 12 sekolah jenjang menengah.

“Kegiatan itu kami tata sedemikian rupa, kami kelompokan pengunjung-pengunjung, kemudian kami carikan museum-museum yang related dengan kelompok yang kami ikut sertakan. Untuk saat ini kelompok anak-anak SMA, pelajar SMA itu kami ajak kunjungan ke sini salah satunya Museum Gumuk Pasir dan yang satu di Museum Bantul Masa Belanda tadi yang jam pertama. Sekitar 12 sekolah jenjang SMA, MAN, dan SMK”, ujar Purwanto.
Purwanto mewakili Dinas Kebudayaan juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Museum Gumuk Pasir karena telah menerima kunjungan. Ia berharap jalinan kerja sama dapat terus berjalan dan semakin kuat.
“Pertama terima kasih, apresiasi kepada Museum Gumuk Pasir yang telah menerima kehadiran kami. Jalinan kerja sama ini terus kita kuatkan karena salah tugas kami juga untuk mengenal museum ke khalayak khususnya kalo kami di Kabupaten Bantul”, ujarnya.
Selain mengenalkan museum-museum yang ada di Bantul, kegiatan WKM menjadi sarana edukatif bagi pelajar agar dapat menumbuhkan kepedulian terhadap sejarah, budaya, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kelestarian alam demi generasi mendatang.
Tito Yoga P.
Maganghub Kementrian Ketenagakerjaan
Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir
