Field Trip Kelas V SD Budya Wacana Belajar Ekosistem di Museum Gumuk Pasir

Sebanyak 40 siswa dari SD Budya Wacana Yogyakarta melaksanakan kunjungan field trip edukatif ke kawasan pesisir selatan, Kamis (25/9/2026). Kegiatan ini merupakan program rutin belajar di luar kelas yang dilaksanakan setiap satu semester sekali. Pada semester satu ini, siswa kelas V mengambil tema ekosistem. Rombongan dari SD Budya Wacana mengawali pembelajaran di kawasan ekosistem mangrove Baros, kemudian dilanjutkan ke Museum Gumuk Pasir Parangtritis.

Bus Rombongan SD Budya Wacana Tiba di Museum Gumuk Pasir

Ibu Tutik, guru kelas V yang menjadi guru pendamping dalam kunjungan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan field trip ini sangat bermanfaat untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa.

“Kami punya kunjungan field trip, belajar di luar kelas setiap semester satu kali dan kebetulan yang semester satu ini kami mempelajari tentang ekosistem, makanya kami ke Baros Mangrove kemudian dilanjut ke sini,” ujarnya.

Kunjungan museum diawali dengan kegiatan menonton video pembelajaran di ruang studio. Melalui video tersebut, siswa diperkenalkan tentang proses terbentuknya gumuk pasir, jenis-jenisnya, serta manfaatnya bagi kawasan pesisir. Suasana studio Museum Gumuk Pasir terlihat penuh semangat. Siswa dari SD Budya Wacana duduk rapi menyaksikan video pembelajaran tentang keajaiban gumuk pasir. Sorot mata antusias terlihat dari anak-anak saat video diputar. Usai dari studio, rombongan melanjutkan petualangan belajar dengan berkeliling museum melihat setiap koleksi dan informasi tentunya dipandu oleh edukator yang menyenangkan. 

Melalui pengamatan langsung, siswa dapat memahami secara nyata materi ekosistem alam yang selama ini hanya dipelajari di dalam kelas. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, dan mudah diingat. Ibu Tutik sebagai pendamping siswa juga menyampaikan bahwa materi yang disampaikan di museum sangat relevan dengan pelajaran ekosistem di kelas V, mulai dari proses terbentuknya gumuk pasir, fungsinya sebagai benteng alami pesisir, hingga perannya dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

“Sangat bermanfaat. Sebelumnya kita tidak tahu ternyata manfaat gumuk pasir itu banyak. Selama ini kita hanya tahunya gumuk pasir itu kumpulan pasir yang ada di sini. Dan ternyata manfaatnya itu sangat banyak sekali,” tambahnya.

Kegiatan field trip di gumuk pasir menjadi saksi bahwa belajar ekosistem tidak hanya dari buku di bangku sekolah, namun juga dari petualangan nyata di ruang terbuka. Pulang dengan sepatu berpasir dan hati penuh cerita, mereka membawa pulang pelajaran bahwa alam di sekitar sangat luas untuk dipelajari dan sangat penting untuk dilestarikan.

Arifah Mulyani
Maganghub Kementrian Ketenagakerjaan
Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir

Posting Terkait :