Museum Gumuk Pasir Jadi Ruang Belajar Tematik Siswa Kelas IV SDIT Luqman Al Hakim 2 Yogyakarta

Museum Gumuk Pasir Jadi Ruang Belajar Tematik Siswa Kelas IV SDIT Luqman Al Hakim 2 Yogyakarta

Museum Gumuk Pasir menjadi salah satu pilihan SDIT Luqman Al Hakim 2 Yogyakarta dalam melaksanakan pembelajaran di luar kelas. Sebanyak 52 siswa kela IV berkunjung ke Museum Gumuk Pasir pada Selasa (15/09/2026) pukul 11.30-13.00 WIB  untuk mengenal materi pelajaran sekaligus lebih dekat dengan potensi yang ada di lingkungan mereka. Kunjungan edukatif tersebut merupakan bagian dari kegiatan tematik yang dilaksanakan sekolah setiap satu semester sekali. Destinasi kunjungan dipilih dengan menyesuaikan tema pembelajaran yang sedang dipelajari siswa di kelas. 

Ustadzah Hida, guru pendamping dari SDIT Luqman Al Hakim 2 Yogyakarta, menjelaskan bahwa Museum Gumuk Pasir dipilih karena memiliki beragam materi yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran siswa, mulai dari energi, peta, hingga budaya Yogyakarta yang dapat ditemukan dalam materi dan koleksi yang ada di museum. 

“…kita memilih di sini karena memang di sini kita bisa belajar tentang energi, tentang peta, kemudian tentang budaya, budayanya Jogja,”ujar Ustadzah Hida. 

Bagi kelas IV, kunjungan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan berbagai mata pelajaran. Ustadzah Hida menambahkan bahwa materi yang berada di Museum Gumuk Pasir mendukung pembelajaran IPA, IPS, Sosial Budaya, Bahasa Indonesia hingga Pancasila. Keberagaman materi ini membuat kunjungan tidak hanya bersifat rekreatif namun menjadi bagian dari pembelajaran tematik. Siswa dapat memperoleh pengetahuan dari berbagai sudut pandang dalam satu lokasi sekaligus menghubungkannya dengan materi yang telah dipelajari di kelas. 

Setelah mengikuti kunjungan, pihak sekolah juga berencana untuk merekomendasikan Museum Gumuk Pasir kepada angkatan berikutnya, khususnya kelas IV yang memiliki keterkaitan materi pembelajaran dengan informasi yang tersedia di museum. Selain memberikan apresiasi terhadap materi yang tersedia, Ustaza Hida berharap Museum Gumuk Pasir dapat terus meningkatkan sarana dan prasarana serta memperluas pengenalan museum melalui media sosial. Menurutnya, pengenalan museum ke masyarakat luas juga sangat penting agar semakin banyak orang yang memahami keberadaan dan keistimewaan Gumuk Pasir Parangtritis. Dengan demikian, masyarakat juga dapat turut memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan kawasan gumuk pasir. 

“Semoga dari segi sarana prasarananya bisa lebih diperbaiki, di medsos juga bisa lebih diperluas ke masyarakat sehingga makin banyak masyarakat yang tahu keberadaan museum ini. Karena memang belum banyak yang tahu tentang museum ini apa, isinya di dalamnya untuk apa, istimewanya gumuk pasir itu apa. Sehingga ketika masyarakatnya sudah tahu, kita bisa bersama-sama menjaga keistimewaannya gumuk pasir ini, gitu,” jelas Ustadzah Hida. 

Kunjungan siswa kelas IV SDIT Luqman Al Hakim 2 Yogyakarta memperlihatkan bagaimana Museum Gumuk Pasir dapat menjadi ruang belajar yang dapat menghubungkan berbagai mata pelajaran dengan lingkungan sekitar. Bagi siswa materi yang dipelajari di kelas dapat ditemukan kembali dalam bentuk koleksi, informasi, maupun kondisi lingkungan yang berada di sekitar museum seperti vegetasi alami ataupun gumuk pasirnya itu sendiri.  rencananya akan ditujukan bagi angkatan siswa yang berbeda agar mereka juga mendapatkan pengalaman belajar yang sama. 

Septia Nindita Putri
Maganghub Kementrian Ketenagakerjaan
Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir

Posting Terkait :